Lantaran Jumat (16/6/06) lalu mess atlet habis dilahap si jago merah, mental pesilat-pesilat Kepri (Kepulauan Riau) sempat ambruk saat tampil di laga sisa Sirkuit Nasional (Sirnas) Pencak Silat yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat. Beruntung, di tengah kondisi mengenaskan itu tiga pesilat Kepri masing-masing Rita, Susana dan Johan, di pertandingan Sabtu (17/6/06) tetap mampu melenggang ke babak final.
Mental anak-anak memang benar-benar jatuh karena peristiwa kebakaran itu. Namun, saya cukup salut pada mereka yang tetap tampil bagus dalam kondisi kehilangan ijazah dan perlengkapan, kata Ketua Binpres Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kepri, Isra Gigantara, kepada Batam Pos, kemarin.
Ia menuturkan, ikhwal peristiwa kebakaran yang meluluhlantakkan mess para pesilat Kepri itu lantaran dari arah kantin sudah ada api yang merambat ke dalam kamar-kamar atlet. Kamar atlet sendiri, terbuat dari triplek yang disekat-sekat. Walhasil, dalam sekejap mess tersebut habis. Demikian juga dengan pakaian, ijazah dan perlengkapan para atlet. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Sebelumnya, kami memang sudah minta kepada panitia agar mess-nya dipindahkan. Tapi, kata mereka sudah tidak ada tempat lain. Mungkin sudah lima kali kami meminta hal yang sama (pindah), kata Isra. Setelah kejadiannya seperti ini, baru mereka memindahkan kami ke tempat yang sebelumnya kami inginkan, lanjutnya seraya menyebut jarak antara mess dan gelanggang sejauh 15 km.
Sementara itu, mengenai melesetnya target meloloskan enam pesilat ke grand final yang dipatok IPSI Kepri, Isra mengatakan, jumlah tiga atlet yang lolos tersebut sudah sangat maksimal.
Sumber :
http://www.harianbatampos.com
Senin, 19 Juni 2006